Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • Info Kampus
    • Investigasi
    • Peristiwa
    No Result
    View All Result
    • Info Kampus
    • Investigasi
    • Peristiwa
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • Info Kampus
    • Investigasi
    • Peristiwa

    Home » ASEAN Centre for Biodiversity Monitoring Program Small Grant Programme 2

    ASEAN Centre for Biodiversity Monitoring Program Small Grant Programme 2

    by Editor
    05/08/2022
    in Peristiwa
    ASEAN Centre for Biodiversity Monitoring Program Small Grant Programme 2

    ASEAN Centre for Biodiversity bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat melakukan monitoring Program Small Grant Programme 2 di desa Tegal Yoso. Foto : Arsip Lembaga YKWS.

    Share on FacebookShare on Twitter

    Investigasi – ASEAN Centre for Biodiversity monitoring program Small Grant Programme 2.

    Baca Juga : Kuala Lumpur International Book Fair Hadirkan Direktur KLASIKA Sebagai Pembicara

    ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kunjungan lapangan di Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur pada Kamis, 4 agustus 2022.

    Lembaga YKWS dan WALHI Lampung yang menjadi mitra ACB dalam melaksanakan program Small Grant Programme (SGP) 2.

    YKWS dan WALHI Lampung menjalankan program Optimalisasi Potensi SDA di wilayah penyangga.

    Program optimalisasi SDA di Desa Tegal Yoso diawali dengan pengukuran baseline data untuk mendapatkan wilayah jelajah gajah liar sebagai lokasi konflik.

    Pola tanam adaptasi diplotkan di wilayah tersebut sebagai upaya mitigasi dengan cara tumpangsari dengan jenis tanaman yang dihindari oleh gajah.

    Adapun guna memberikan peluang peningkatan pendapatan, dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas wanita tani agar mampu memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan tanaman sayuran sebagai upaya ketahanan pangan keluarga.

    Peningkatan kapasitas juga dilakukan terhadap kelompok tani hutan dalam upaya budidaya lebah madu, khususnya keterampilan dalam memecah koloni guna meningkatkan produksi.

    Isyanto, selaku Program Manajer SGP 2 dalam pemaparan presentasi nya menyampaikan, bahwa seluruh rencana program SGP 2 telah dilaksanakan dengan baik.

    “Alhamdulilah seluruh rencana program telah dilaksanakan dengan baik dan mendapatakan sambutan positip dari masyarakat. Selain itu, aparat desa juga mengakui keberhasilan pemberdayaan terhadap masyarakat dalam program SGP 2 dan berupaya untuk melanjutkannya,” jelas Isyanto.

    Isyanto juga. menjelaskan bahwa masyarakat yang memanfaatkan pekarangan untuk budidaya lebah dan sayuran, memberikan tambahan pendapatan serta meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

    Sementara itu, Puspitawati selaku Ketua KWT Kebumen Cinta Lestari memberikan respon baik terhadap kegiatan yang dilakukan selama SGP 2 di jalankan.

    Puspitawati mengatakan banyak dampak positip yang diterima oleh masyarakat, khususnya anggota kelompok wanita tani nya.

    “Jadi selama program ini berjalan, kami merasakan banyak sekali manfaatnya, yang paling simple adalah dari program pemanfaat pekarangan rumah untuk budidaya sayuran, masyarakat sekitar bisa lebih hemat belanja sayuran dan kebutuhan dapur lainnya. Justru, usaha yang dilakukan kelompok tani bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

    Baca Juga : Yulita Putri Ajak Masyarakat Untuk Hormati Hasil Putusan Peradilan Paidi

    Selain kunjungan lapangan, personil ACB juga mengunjungi demplot kebun sayuran KWT dan mencoba sensasi atraksi sedot madu langsung dari sarang lebah Trigona milik anggota KTH Wono Segoro Madu.

    Pertemuan tersebut ditutup dengan merasakan kuliner hasil olahan dari kebun sayur KWT.

    Dalam kunjungan lapangan tersebut juga dihadiri perwakilan Balai Taman Nasional Way Kambas, aparat pemerintahan desa, KTH dan KWT di desa Tegal Yoso.

    Via: Yogi P
    Tags: ASEAN Centre for BiodiversityMonitoring ProgramSmall Grant Programme 2
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    PC PMII Way Kanan Gelar Kegiatan Ngaji Pergerakan

    Next Post

    KLASIKA Gagas Tema Rethinking Of Knowladge di Kelas Mondok Angkatan XI

    Related Posts

    Peristiwa

    DPC Pematank Lampung Barat Resmi Dikukuhkan

    07/09/2023
    Peristiwa

    DPP PEMATANK Pertayakan Laporan Dinas PUPR Way Kanan

    08/06/2023
    Peristiwa

    PEMATANK Laporkan Proyek Dinas PUPR Way Kanan ke Kejati

    17/05/2023
    Load More

    Populer Minggu Ini

      • Disclaimer
      • Kebijakan Privasi
      • Tentang Kami
      • Pedoman Siber
      • Redaksi
      • Term Of Service

      © 2022 Investigasi Lappung.com All Right Reserved

      No Result
      View All Result
      • Info Kampus
      • Investigasi
      • Peristiwa
      Lappung Media Network
    • Lappung
    • Lappung Balam
    • Lappung Bandar Jaya
    • Lappung Baradatu
    • Lappung Investigasi
    • Lappung Kalianda
    • Lappung Kotabumi
    • Lappung Literasi
    • Lappung Metro
    • Lappung Mahkamah
    • Lappung Menggala
    • Lappung Pekon
    • Lappung Pesawaran
    • Lappung Pringsewu
    • Lappung Politik
    • Lappung Tanggamus
    • Lihat Semua Media Network →

      © 2022 Investigasi Lappung.com All Right Reserved

      Exit mobile version